my best friend!

my best friend!

Monday, November 5, 2012

DEMO MAHASISWA


Huru hara akhir-akhir ini makin memuaskan hasrat para pencari berita begitu mudahnya mereka mendapatkan informasi para pendemo yang menentang kenaikan BBM, mahasiswa contohnya banyak pantauan yang sudah masuk ke lemari brangkas intenet tinggal pilih.
Ada mobil yang terbakar di karenakan di rusak oleh pendemo dan genre itu mahasiswa, lalu saking keselnya para aparat ingin memberlakukan adanya tembak di tempat untuk para pendemo namun hal itu di urungkan, untungnya.
Ban motor atau mobil di bakar lalu menimbulkan api besar, adanya teater yang mengisahkan sosok pemimpin dan rakyat lalu adanya spanduk dan poster yang bermacam-macam bentuk tulisan dengan macam kostum pula. itulah warna setiap kali ada demo besar kadang tak luput dari pengrusakan fasilitas umum seperti mobil dinas pemerintah lalu fasilitas gedung jika tak ada polisi yang menghadang mungkin bakalan habis tersambar amarah para pendemo semuanya.
Lalu timbul di benak saya sebenernya DEMO itu apa sih arti sesungguhnya? apa sih yang di inginkan para pendemo? apakah pemandangan itu selalu ada dan di akhiri dengan anarkisme.?

Sekilas tentang demonstrasi itu sendiri..
Unjuk rasa atau demonstrasi (”demo“) adalah sebuah gerakanprotesyang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum. Unjuk rasa biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau penentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak atau dapat pula dilakukan sebagai sebuah upaya penekanan secarapolitikolehkepentingan kelompok.
Unjuk rasa umumnya dilakukan oleh kelompokmahasiswayang menentang kebijakanpemerintah, atau paraburuhyang tidak puas dengan perlakuanmajikannya. Namun unjuk rasa juga dilakukan oleh kelompok-kelompok lainnya dengan tujuan lainnya.
Unjuk rasa kadang dapat menyebabkan pengrusakan terhadap benda-benda. Hal ini dapat terjadi akibat keinginan menunjukkan pendapat para pengunjuk rasa yang berlebihan.
Bagaimana pendapat anda dengan demo ini, sesungguhnya sih sulit untuk mengecap mana yang baik dan mana yang tidak baik, tapi citra demo sendiri untuk saat ini mulai kurang seperti kehilangan jiwanya dalam mengeluarkan aspirasinya, lebih banyak kurangnya dari pada mengena untuk dapat tujuanya gitu loh. hemmm sampai kapan negri ini mengerti akan situasi ini yah.
Semoga saja makin di kurangi anarkisme di negri ini, dan media makin sedikit berita tentang hal ini agar tak menambah dampak negatif di kemudian hari

Penyebab
Biasanya dikarenakan masalah sepele seperti salah paham atau kesirikan dari masing-masing universitas itu sendiri.

Seperti apa demo yang baik
Tidak rusuh , tidak makan korban , anspirasi yang tersampaikan.

Seperti apa tanggapan yang diinginkan
Tanggapan yang positif atau tanggapan yang bisa diterima di masyarakat.

Solusi
Sebaiknya dirundingkan atau di bicarakan secara baik-baik karena itu bisa mendapatkan hasil atau solusi yang baik.

sumber : www.statistikawan.com/2009/12/mengulas-demonstrasi-mahasiswa-di.htmla
http://jayboana.blogdetik.com/2012/03/29/apasih-arti-demonstrasi-sesungguhnya/

DEFINISI PEMUDA


Definisi yang pertama, Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Secara internasional, WHO menyebut sebagai” young people” dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut ”adolescenea” atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda.
Definisi yang kedua, pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural.
Sedangkan menurut draft RUU Kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan masa perkembangan secara biologis dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat secara umum. Dalam makna yang positif aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu.
Dalam kosakata bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan generasi muda dan kaum muda. Seringkali terminologi pemuda, generasi muda, atau kaum muda memiliki definisi beragam. Definisi tentang pemuda di atas lebih pada definisi teknis berdasarkan kategori usia sedangkan definisi lainnya lebih fleksibel. Dimana pemuda/ generasi muda/kaum muda adalah mereka yang memiliki semangat pembaharu dan progresif.

PEMUDA  SEBAGAI WARGA NEGARA
1. Negara organisasi terbesar pada suatu bangsa berpengaruh terhadap warganya warga Negara. Dituntut untuk patuh, berdisiplin, berpartisipasi dalam hidup bernegara.
2. Negara menjamin hak-hak warga Negara sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
3. Hukum, peraturan, perundang-undangan Negara yang berlaku, mengikat setiap warga Negara dewasa.
4. mahasiswa sebagai warga Negara harus paham hokum pidana.

PERANAN DAN FUNGSI PEMUDA  DALAM ERA REFORMASI
Pemuda selalu menjadi bagian dari perjalanan sebuah bangsa. Roda sejarah demokrasi selalu menyertakan mahasiswa sebagai pelopor, penggerak, bahkan sebagai pengambil keputusan. Hal tersebut tela h terjadi di berbagai negara di dunia, baik di Timur maupun di Barat.
Pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Suara-suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka sendiri.
Dalam hal ini, secara umum mahasiswa menyandang tiga fungsi strategis, yaitu :
1. sebagai penyampai kebenaran (agent of social control)
2. sebagai agen perubahan (agent of change)
3. sebagai generasi penerus masa depan (iron stock)
Mahasiswa dituntut untuk berperan lebih, tidak hanya bertanggung jawab sebagai kaum akademis, tetapi diluar itu wajib memikirkan dan mengembang tujuan bangsa. Dalam hal ini keterpaduan nilai-nilai moralitas dan intelektualitas sangat diperlukan demi berjalannya peran mahasiswa dalam dunia kampusnya untuk dapat menciptakan sebuah kondisi kehidupan kampusyang harmonis serta juga kehidupan diluar kampus.
Peran dan fungsi mahasiswa dapat ditunjukkan :
• Secara santun tanpa mengurangi esensi dan agenda yang diperjuangkan.
• Semangat mengawal dan mengawasi jalannya reformasi, harus tetap tertanam dalam jiwa setiap mahasiswa.
• Sikap kritis harus tetap ada dalam diri mahasiswa, sebagai agen pengendali untuk mencegah berbagai penyelewengan yang terjadi terhadap perubahan yang telah mereka perjuangkan.
Dengan begitu, mahasiswa tetap menebarkan bau harum keadilan sosial dan solidaritas kerakyatan
Menurut Arbi Sanit ada empat faktor pendorong bagi peningkatan peranan mahasiswa dalam kehidupan politik.
1. sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mahasiswa mempunyai horison yang luas diantara masyarakat.
2. sebagai kelompok masyarakat yang paling lama menduduki bangku sekolah, sampai di universitas mahasiswa telah mengalami proses sosialisasi politik yang terpanjang diantara angkatan muda.
3. kehidupan kampus membentuk gaya hidup yang unik di kalangan mahasiswa. Di Universitas, mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, suku, bahasa dan agama terjalin dalam kegiatan kampus sehari-hari.
4. mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise dalam masyarakat dengan sendirinya merupakan elit di dalam kalangan angkatan muda.
Pada saat generasi yang memimpin bangsa ini sudah mulai berguguran pada saat itulah kita yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan bangsa ini. Namun apabila hari ini ternyata kita tidak berusaha mambangun diri kita sendiri apakah mungkin kita kan membangun bangsa ini suatu saat nanti?
Jawabannya ada pada diri anda masing-masing .
Kemampuan yang harus dimiliki seorang mahasiswa.
1. Soft skill (Kemampuan Kepribadian)
a. Soft Skill atau kemampuan kepribadian adalah salah satu faktor untuk sukses pada pendidikan yang ditempuh dan juga penentu untuk masa depan seseorang dalam menjalani hidupnya, Karena soft skill hampir 80 % menentukan keberhasilan seseorang.
b. Kemampuan soft skill yang perlu dimiliki seorang mahasiswa.
• Manajemen waktu, dan Kepemimpinan (leadership)
• Tingkat kepercayaan yang tinggi (self confidence)
• Selera humor yang tinggi (sense of humor)
• Memiliki keyakinan dalam agama (spiritual capital)
2. Hard Skill (Kemampuan Intelektual)
Kemampuan intelektual hanya mendukung 20 % dari pencapaian prestasi dan keberhasilan seseorang
Jika kemampuan soft skill ini kita punyai, maka kita akan menjadi orang yang baik di masa depan, sebab saat ini yang terjadi banyak orang yang penting tapi sedikit yang baik.

TAWURAN


Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali terlibat tawuran, Kamis (20/9) sore. Seorang mahasiswa Tehnik Elektro angkatan 2008 yang juga Ketua Himpunan Teknik Sipil bernama Ibrahim alias Ibe tewas dalam tawuran itu.

Ibe menghembuskan nafas terkahir di RS Ibnu Sina Makassar setelah mendapat perawatan tim medis lantaran mengalami luka di bagian perut akibat terkena tusukan senjata tajam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, di lokasi kejadian, tawuran ini dipicu persoalan sepeleh antara seorang mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Mesin UMI angkatan 2010 dengan seorang senior yang menegurnya dan menepuk bahu. Tidak terima perlakuan tersebut, ia pun menyampaikan kepada saudaranya yang kuliah di Fakultas Tehnik Jurusan Teknik Sipil.

Mereka lalu melakukan aksi balasan dengan menyerang Fakultas Tehnik Mesin. Tawuran pun tak terhindarkan hingga kaca-kaca gedung kampus pecah. Korban ikut dalam penyerangan ke Fakultas Tehnik Jurusan Mesin tersebut.

Setelah tahu rekannya meninggal, teman-teman Ibrahim kembali menyerang. Beruntung, aksi ratusan rekan korban berhasil dihalau aparat kepolisian dari Polsek Panakukang, Makassar, yang masih melakukan pengamanan. Aparat langsung melakukan penyisiran di lokasi kejadian dan menemukan berbagai senjata tajam jenis parang, celurit, badik, dan anak panah.

Rencananya, jenazah korban akan dibawa ke kampung halamannya di Kota Palopo untuk di semayamkan di rumah duka dan diserahkan ke orang tuanya.

Wakil Rektor III UMI Prof Achmad Gani yang dikonfirmasi di lokasi kejadian mentakan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas kepada oknum mahasiswa yang melakukan keributan dan melakukan tindakan kriminal.

"Tapi untuk sementara, tidak ada libur, karena saat ini masih berlangsung orientasi mahasiswa," tegasnya

SIAPA AYANG TERLIBAT
-          Ibnu mahasiswa fakultas Tekhnik Elektro (korban)
-          Mahasiswa Fakultas Tekhnik Mesin
-          Mahasiswa Fakutas Sipil

PENYEBAB SOLUSI
persoalan sepeleh antara seorang mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Mesin UMI angkatan 2010 dengan seorang senior yang menegurnya dan menepuk bahu.

Wednesday, October 10, 2012

PERMASALAHAN YANG TERJADI DALAM KELUARGA (tugas 1 softskill ilmu sosial dasar)


Membina suatu keluarga yang harmonis merupakan tujuan dari semua pasangan suami istri yang ada di dunia ini. Kehidupan yang saling mendukung antara ayah , ibu dan anak baik di saat suka dan duka selalu didambakan oleh setiap keluarga dan juga oleh mereka yang baru membina bahtera rumah tangga. Hal inipun terucapkan dalam janji perkawinan dimana setiap keluarga haruslah saling mendampingi dalam berbagai situasi sampai ajal memisahkan mereka.

Tetapi kadangkala kenyataan berbicara lain sehubungan dengan tujuan keluarga ini. Seringkali anggota keluarga cenderung menghadapi dan berusaha menyelesaikan permasalahannya sendiri-sendiri tanpa melibatkan anggota keluarga yang lain sehingga fungsi komunikasi yang seharusnya dapat saling membantu proses penyelesaian masalah tidak bekerja dengan baik. Tentunya bukan penyelesaian yang diperoleh , tetapi keretakan hubungan rumah tangga yang harus dihadapi.

Untuk menghadapi berbagai permasalahan hidup , Anda sekeluarga haruslah selalu membuka diri untuk sebuah komunikasi walaupun permasalahan yang harus diselesaikan sangatlah berat karena kunci dari semua pintu solusi adalah komunikasi.  Jadi selain Anda menkomunikasikan permasalahan Anda dengan anggota keluarga lainnya , Anda dapat pula mengkomunikasikannya melalui website ini hanya dengan meng-klik topik permasalahan dibawah ini dan temukan solusinya pada link solusi  :

1.Pertengkaran                                                    
2.Perselingkuhan
3.Perceraian                                                     
4.Kesehatan
5.Masalah Keuangan dan Karir                           
6.Anak dan Masalahnya Bertetangga
7.Masalah dengan Keluarga Suami/Istri

Contoh Kasus : Novi dan Budi mengalami masalah dalam keluarga yang berulang-ulang
Oleh : Cahyadi Takariawan

“Saya bosan dengan permasalahan keluarga, karena sangat sering muncul masalah yang berulang. Dulu pernah kami selesaikan, dan ternyata sekarang muncul lagi”, kata Novi, seorang ibu rumah tangga.

Begitulah sifat persoalan keluarga. Ada sangat banyak permasalahan kecil dan renik, dan sering terjadi secara berulang. Hal ini karena corak interaksi dalam kehidupan keluarga yang unik dan spesifik, sangat berbeda dengan “orang kantoran” yang bekerja dengan sebuah standar operasional tertentu, pada waktu tertentu. Sementara di rumah, sangat banyak jenis urusan, dari yang sangat renik hingga urusan yang sangat penting dan strategis, dengan waktu yang tak terbatas.
Interaksi kita berulang, cerita kita berulang, tingkah laku kita berulang, dan muncullah permasalahan yang juga berulang. Isteri yang memerlukan waktu lebih banyak untuk persiapan sebelum bepergian, karena waktu mandi yang lebih lama, bersolek, berdandan, mengenakan pakaian, semua memerlukan waktu yang lebih lama dari suami. Sudah sangat sering suami mengingatkan agar isterinya bersiap lebih awal sehingga tidak tergesa-gesa dan tidak terlambat berangkat.

Namun kejadian sering berulang. Budi sudah menunggu di mobil, gelisah, mengirim sms, membaca koran, Novi –sang isteri yang cantik– belum segera datang. Ia bunyikan klakson mobil berulang, agar Novi segera datang. Beberapa saat kemudian, tampak sang isteri yang telah berdandan cantik dan wangi, keluar dari rumah menuju mobil yang sudah siap berangkat di depan rumah.
Wajah Budi sudah sangat cemberut dan tidak mengenakkan, karena memendam rasa jengkel terlalu lama menunggu di dalam mobil. Saat Novi masuk ke mobil dan duduk di sampingnya, dengan wajah geram Budi langsung menginjak pedal gas kencang-kencang sehingga mobil melaju cepat. Rasanya tidak enak, karena mobil berjalan terlalu cepat, dan Novi mengetahui ini karena Budi sedang badmood. Ingin mengekspresikan kemarahannya.

“Sudah berulang aku katakan, kalau bersiap itu lebih awal. Jangan mepet waktunya. Kamu mandi saja perlu dua jam. Selalu saja terlambat berangkat”, gumam Budi.
“Kamu enak saja bicara. Kamu tidak peduli dengan urusan rumah. Mau pergi, langsung pergi begtitu saja. Aku tidak bisa. Kamu lihat dari pagi aku tidak istirahat. Setelah menyiapkan keperluan anak-anak untuk sekolah, aku langsung bersih-bersih dapur. Aku tidak bisa pergi dalam kondisi dapur berantakan. Dapur harus bersih dulu”, jawab Novi tidak kalah ketus.
“Kamu kan bisa menghitung waktu, berapa lama untuk membersihkan dapur dan untuk bersiap pergi. Kamu ngerti hitungan jam nggak sih?” semakin tinggi nada bicara Budi.
“Sebenarnya ada cara yang lebih cepat untuk bersiap. Yaitu kamu bersihkan dapur yang kotor. Kalau kamu lakukan itu, pasti aku gak pernah terlambat. Dari dulu aku sudah bilang seperti ini, tapi kamu gak pernah peduli”, Novi tak mau kalah.
“Kamu selalu saja mempersoalkan urusan membersihkan dapur. Aku kan sudah bilang, cari saja pembantu. Sampai sekarang kamu gak bisa nyari pembantu kan?” jawab Budi.
“Makanya karena kita belum punya pembantu, kamu harus membantu aku membereskan dapur, agar aku bisa segera bersiap pergi”. Novi masih saja terus membantah.
Kenyatannya, pertengkaran seperti ini selalu terjadi. Novi merasa capek, lelah, karena Budi tak mau mengerti. Budi merasa jengkel, karena Novi tidak pernah berubah. Berulanglah pertengkaran dan pertengkaran itu.

Berdamailah dengan Permasalahan Berulang

Kenyataannya, masalah-masalah seperti itu selalu muncul. Suami merasa sudah sangat sering mengingatkan isterinya agar tidak terlambat berangkat. Namun kenyataannya, tetap sering terlambat. Isteri merasa sudah sering meminta suami untuk membantu membersihkan dapur, namun kenyataannya tidak pernah dilakukan. Akhirnya selalu saja terjadi pertengkaran, yang bermula dari sebab yang sama.

Setahun yang lalu mereka bertengkar tentang keterlambatan. Hari ini terulang lagi, dan kelak akan terjadi lagi. Tuduhan yang sama, jawaban yang sama. Pertengkaran yang sama, kekesalan yang sama, kejengkelan yang sama, dan tidak terjadi kesimpulan apa-apa. Berulang lagi dan akan berulang lagi.
Karena itu sesuatu yang rutin terjadi, karena interaksi anda terjadi setiap hari, maka berdamailah dengan kenyataan yang berulang tersebut. Jangan dibuat pusing dan bingung atas berulangnya permasalahan, karena pasangan anda memang orang yang sama, pertemuan dan komunikasi anda adalah dengan orang yang sama, maka corak permasalahannya cenderung berulang.

Jangan menghabiskan waktu untuk membingungkan atau memperuncing hal-hal sama yang terjadi di keluarga kita. Karena jika hal-hal kecil tersebut disikapi dengan kejengkelan, akan merusak suasana. Budi dan Novi akhirnya pergi dengan suasana hati yang rusak.
 Mereka tidak bepergian dengan gembira, namun dengan pertengkaran yang membuat suasana hati menjadi kecewa. Ini pasti berpengaruh terhadap kualitas hubungan mereka dan berpengaruh pula terhadap kualitas kerja.

Berdamailah dengan kondisi-kondisi tidak ideal yang selalu anda temukan dalam kehidupan keluarga. Pasangan anda hanyalah manusia biasa, yang memiliki banyak kekurangan dan kelemahan. Pasangan anda bukanlah orang sempurna, ia hanya manusia yang memiliki sejumlah keterbatasan. Oleh karena itu suasana saling menjaga, saling membantu, saling memahami, saling mengerti, saling mengingatkan, saling menguatkan, saling mengisi, saling memberi, harus terus menerus terjadi.
Jika suasana “saling” itu anda rawat dengan baik, anda tidak akan terjebak dalam kebingungan menghadapi persoalan yang berulang dalam keluarga.

Sumber : http://wonderful-family.web.id/?p=1103
http://blog.re.or.id/masalah-keluarga-konsultasi-keluarga.htm
http://joedansolusimu.site90.com/masalah_keluarga.htm
http://pengobatan.com/info_nursyifa/masalah_keluarga.html
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120423185303AAOjBXj


HUBUNGAN PERMASALAHAN DALAM KELUARGA DI MASYARAKAT (tugas 1 softskill ilmu sosial dasar)


Di lingkungan masyarakat Indonesia banyak dijumpai masalahmasalah sosial yang disebabkan oleh perubahan-perubahan yang terus-menerus. Akibatnya, terjadi kerusakan atau keretakan organisasi sosial (disorganisasi) di masyarakat. Dalam menghadapi hal ini diperlukan suatu perencanaan sosial untuk mengatasinya. Untuk itu, lebih dahulu harus dipelajari secara mendalam realitas sosial yang sedang dihadapi masyarakat dengan melakukan perencanaan sosial.

Masalah Sosial
Sebuah masalah sosial sesungguhnya merupakan akibat dari interaksi sosial antarindividu, antara individu dan kelompok, atau antara suatu kelompok dan kelompok lain. Dalam keadaan normal terdapat integrasi (keterpaduan) serta keadaan yang sesuai pada hubungan antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Apabila antarunsurunsur tersebut terjadi bentrokan, hubungan-hubungan sosial akan terganggu sehingga memungkinkan terjadi kegoyahan dalam kehidupan kelompok.
Ada banyak faktor yang menjadi sumber masalah sosial di dalam masyarakat dan lingkungannya, antara lain adalah faktor ekonomis, biologis, psikologis, dan kebudayaan setempat. Semua faktor tersebut memunculkan kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial. Setiap kelompok masyarakat memiliki norma sendiri yang menjadi ukuran kesejahteraan, kesehatan, serta penyesuaian diri, baik individu maupun kelompok. Soerjono Soekanto membedakan masalah sosial menjadi empat, yaitu sebagai berikut.
  1. Masalah sosial karena faktor ekonomis, misalnya kemiskinan, dan pengangguran.
  2. Masalah sosial karena faktor biologis, misalnya penyakit menular.
  3. Masalah sosial karena faktor psikologis, misalnya goncangan jiwa (gila).
  4. Masalah sosial karena faktor kebudayaan, misalnya kenakalan remaja, atau konflik ras.
Penyebab lain yang memunculkan masalah sosial di antaranya:
  1. kepincangan warisan fisik yang diakibatkan oleh pengurangan atau pembatasan-pembatasan sumber daya alam;
  2. warisan sosial, misalnya pertumbuhan dan berkuranganya penduduk, pembatasan kelahiran, migrasi, angka harapan hidup, kualitas hidup, pengangguran, depresi, pendidikan, politik, dan supremasi hukum;
  3. kebijakan pemerintah, misalnya perencanaan ekonomi, dan perencanaan sosial.
Kriteria Masalah Sosial
Para sosiolog telah menyusun ukuran-ukuran atau kriteria yang termasuk ke dalam masalah sosial sebagai berikut.
  1. Kriteria Utama. Unsur utama dari masalah sosial adalah adanya perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dan kondisi nyata kehidupan di masyarakat. Artinya, adanya ketidakcocokan antara anggapananggapan masyarakat tentang sesuatu yang seharusnya terjadi dengan yang telah terjadi dalam kenyataan pergaulan hidup. Tingkat perbedaan tersebut berbeda-beda bagi setiap masyarakat, dan bergantung pada nilai-nilai yang mereka anut bersama. Jadi, agak sukar untuk menentukan apakah suatu ketidakcocokan itu merupakan masalah sosial atau bukan, sebab masyarakat akan menilainya menurut kebiasaan nilai dan norma yang mereka anut.
  2. Sumber Masalah Sosial. Masalah-masalah sosial tidak hanya muncul dari kondisi sosial atau proses sosial yang berlangsung di masyarakat, tetapi juga berasal dari bencana alam, misalnya gempa bumi, kemarau panjang, atau banjir. Memang dapat dimengerti bahwa kegagalan panen bukanlah masalah sosial akibat kemarau panjang, tetapi akibat jangka panjang seperti kemiskinan dan kelaparan tentu akan menjadi masalah sosial. Dalam hal ini, sosiolog akan tertantang untuk menelaah atau mempelajari lebih jauh hal yang menyebabkan kemiskinan di suatu daerah, apakah ada faktor-faktor lainnya selain kegagalan panen tersebut.
  3. Penetapan Masalah Sosial. Pada masyarakat manapun tidak mungkin setiap anggota menentukan sendiri nilai-nilai sosial untuk kemudian dilebur menjadi satu pendapat. Hal ini disebabkan setiap individu sesuai dengan kedudukannya dan peranannya di dalam masyarakat memiliki nilai dan kepentingan-kepentingan yang berbeda-beda. Untuk itu, sangat wajar jika sekelompok kecil individu yang memiliki kekuasaan da wewenang lebih besar daripada orang lain, menentukan apakah sesuatu dianggap masalah sosial atau bukan.
Masalah Sosial Penting
Terdapat beberapa masalah sosial penting yang muncul karena hubungan antara manusia atau masyarakat dan lingkungannya. Beberapa masalah sosial ini merupakan kajian dalam sosiologi, seperti berikut ini.
  1. Kemiskinan. Dewasa ini, perbedaan kedudukan ekonomi masyarakat ditentukan secara jelas karena berkembangnya nilai-nilai sosial baru tentang kedudukan yang berkenaan dengan pemilikan benda-benda bernilai ekonomi. Nilai-nilai baru ini berkembang sejak dimulainya perdagangan ke seluruh dunia, nilai-nilai yang berkembang di masyarakat lain cenderung diakui pula sebagai nilai oleh suatu masyarakat, terutama apabila berasal dari kelompok masyarakat yang tingkat peradabannya diyakini lebih tinggi daripada masyarakat setempat. Oleh sebab itu, tingkat kepemilikan harta menimbulkan masalah sosial baru, yaitu kemiskinan.
    Kemiskinan adalah suatu keadaan seseorang yang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental ataupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Pada masyarakat yang bersahaja, kemiskinan identik dengan kesulitan memenuhi kebutuhan primer (sandang dan pangan). Inilah yang menyebabkan kemiskinan menjadi masalah sosial. Kemiskinan menyebabkan orang-orang tidak dapat memperoleh pendidikan yang layak sehingga kualitas hidupnya rendah. Selain itu, kemiskinan menyebabkan orang-orang melakukan tindakan yang melanggar norma dan nilai, misalnya mencuri, melacur, atau korupsi. Ini semua disebabkan kurang berfungsinya lembaga-lembaga ekonomi sehingga taraf kehidupan ekonomis masyarakat tidak dapat diangkat ke taraf yang lebih baik.
  2. Kejahatan. Kondisi-kondisi dan proses-proses sosial menghasilkan berbagai perilaku sosial di masyarakat, termasuk perilaku kejahatan. Kejahatan dianggap sebagai masalah sosial sebab dapat merugikan anggota masyarakat lainnya. Kejahatan terbentuk melalui proses imitasi, pelaksanaan peran sosial, diferensiasi, kompensasi, identifikasi dan kekecewaan yang agresif. Perilaku jahat itu dipelajari melalui pergaulan yang dekat dengan pelaku kejahatan sebelumnya, ditambah pengaruh media komunikasi, seperti buku, koran, radio, dan film yang juga mendorong orang untuk ber-perilaku jahat atau sebaliknya menjauhinya.
  3. Peperangan. Peperangan dipandang sebagai bentuk pertentangan yang dahsyat sehingga merugikan dan menimbulkan disorganisasi, baik di pihak yang menang maupun di pihak yang kalah. Peperangan dapat dipandang sebagai lembaga kemasyarakatan sebab setelah peperangan biasanya diikuti dengan akomodasi yang melahirkan bentuk-bentuk kerja sama baru antarnegara atau masyarakat yang
    terlibat konflik.
  4. Masalah Kependudukan. Penduduk merupakan sumber daya bagi keberadaan suatu negara. Negara yang penduduknya banyak berarti memiliki sumber daya yang besar untuk membangun. Akan tetapi, jika jumlah banyak tersebut tidak diimbangi dengan kualitas yang baik tentu akan menjadi beban atau masalah dalam meningkatkan taraf ekonominya. Selain itu, pertumbuhan yang cepat dan persebaran yang tidak merata juga dapat menjadi masalah sosial.
Terdapat pula jenis permasalahan sosial yang muncul dalam konteks lingkungan masyarakat dan cakupan yang berbeda, di antaranya:
  1. Disorganisasi Keluarga. Keluarga adalah unit kelompok terkecil di dalam masyarakat sehingga segala permasalahan yang terjadi dalam keluarga akan memengaruhi masyarakat secara umum. Sebaliknya, keharmonisan hubungan dalam keluarga akan menjadi modal terbentuknya suatu masyarakat yang stabil. Namun, disorganisasi (keretakan) keluarga sebagai unit terkecil di tengah-tengah masyarakat sulit dihindari karena anggota-anggotanya gagal memenuhi kewajiban-kewajiban yang sesuai dengan peranan sosialnya. Adapun bentuk-bentuk keretakan keluarga (broken home) tersebut, di antaranya adalah sebagai berikut. 1) Keluarga yang tidak lengkap muncul akibat dari hubungan di luar nikah. Misalnya, anak tanpa ayah, anak tidak mengetahui ayahnya, atau istri tanpa suami. Dengan demikian, dalam hal ini ayah kandung gagal dalam mengisi peran sosialnya, begitu pula keluarga pihak ayah dan ibu anak yang bersangkutan. 2) Keluarga yang mengalami pisah ranjang atau perceraian. 3) Buruknya komunikasi di dalam keluarga. 4) Hilangnya pimpinan rumah tangga atau orang yang berkedudukan sebagai pimpinan karena meninggal, dihukum, atau bertugas ke luar kota dalam jangka waktu lama. 5) Terganggunya kesimbangan jiwa (gila) salah satu anggota keluarga, terutama jika menimpa ayah dan ibu.

  1. Masalah Remaja. Di dalam masyarakat modern sekalipun, selalu dijumpai pertentangan antara pemuda dan orang tua. Pemuda umumnya merasa telah dewasa secara fisik (biologis). Akan tetapi, para orang tua selalu menganggap mereka belum dewasa sehingga tidak boleh memikul peran-peran orang dewasa. Hal ini dapat dimengerti sebab banyak peran yang tidak hanya memerlukan syarat kematangan fisik (usia), tetapi juga memerlukan syarat pengalaman pendidikan, dan keahlian tertentu. Masa remaja dikatakan sebagai suatu masa labil/transisi karena pada periode itu seseorang meninggalkan tahap kehidupan anakanak menuju tahap kedewasaan. Pada masa ini, remaja dianggap sedang mencari jati diri dengan mencoba hal-hal baru. Dengan demikian, peran serta orangtua dan institusi pendidikan menjadi faktor pendorong terbentuknya kepribadian remaja. Metode pendidikan  yang tepat diharapkan mampu mencetak remaja-remaja yang berkepribadian baik.
Pendapat Saya : Setiap individu atau setiap manusia memiliki masalah dan setiap masalah itu bisa menunjukkan tingkat kedewasaan saetiap masing-masing orang ada yg menyelesaikannya dengan amarah dan dengan baik.jadi lebih baik selagi masalah bisa di bicarakan secara baik-baik atau secara kekeluargaan kenapa tidak untuk dilakukan?menyelesaikan baik-baik akan berujung dengan kebaikan juga.