my best friend!

my best friend!

Monday, December 6, 2010

Serangan Piranha Pembunuh

raisuien:
Budaya Barat yang dangkal mencintai sensasi murahan, dan begitulah kita menerima dengan antusias reputasi yang mengerikan dari ikan piranha. Menurut semua sumber yang berwenang (seperti film-film James Bond, film Piranha II, dan game Tomb Raider III), piranha dapat mencabik-cabik daging seorang manusia dalam hitungan menit. Gambaran mentalnya adalah, Anda berubah dari manusia yang penuh dengan daging menjadi tulang belulang dalam sekejap. Bahkan mantan presiden AS, Teddy Roosevelt, setelah perjalanan ke Brazil tahun 1913 menulis bahwa piranha merupakan “ikan yang paling ganas di dunia. Mereka tanpa pikir panjang akan menyambar jemari yang dimasukkan ke dalam air. Mereka akan mengoyak dan melahap hidup-hidup manusia atau makhluk yang terluka”. Namun, tampaknya piranha merupakan korban yang paling tidak bersalah dari gambaran mitos yang kejam.

40 Spesies, Kebanyakan Lembut

Ada sekitar 40 spesies piranha yang ditemukan di Amerika Selatan dari Argentina utara sampai Kolombia, namun hanya sekitar tiga spesies (terutama piranha Red-bellied atau perut merah) yang menunjukkan tanda-tanda agresi yang nyata. Dalam bahasa Tupi Amazon setempat, kata piranha berarti “ikan bergigi”. Beberapa bahasa atau dialek memberi ikan ini nama caribe yang berarti “kanibal” atau, terkadang, “pengebiri keledai”.
Piranha memiliki panjang tubuh dari beberapa centi hingga 60 cm. Mereka memang punya gigi yang menakutkan, tajam, dan berbentuk segitiga. Beberapa spesies merupakan pemakan tumbuh-tumbuhan, namun kebanyakan pemakan daging. Sebagian besar spesies piranha pemakan daging hanya akan melahap ikan lain, dengan satu gigitan kecil berbentuk setengah lingkaran pada sirip atau sisik ikan lain sebelum membiarkan ikan yang terluka berenang melarikan diri. Setiap sirip atau sisik mengandung antara 35-85% protein, yang membuatnya begitu bergizi. Selain itu, sungai air hitam Amerika Selatan kerap kali hanya mengandung sedikit kalsium dan fosfor, dan sisik atau sirip ikan penuh dengan mineral-mineral ini. Sirip atau sisik korban akan tumbuh kembali dalam beberapa minggu sehingga piranha bisa mendapat makanan lagi. Piranha itu seperti hewan ternak yang dengan lembut menggigit hanya beberapa rumput terus-menerus.
Beberapa spesies piranha hampir sepenuhnya pemakan tumbuh-tumbuhan, lebih suka makan bunga, buah, kacang-kacangan, dan benih. Makanan ini mungkin berkembang perlahan akibat banjir besar Amazon, yang dapat membanjiri area seukuran Inggris selama tujuh bulan setiap kalinya. Sekitar 200 spesies ikan, termasuk beberapa spesies piranha, bermigrasi ke tempat makanan yang baru untuk makan dan berkembang biak. Dalam banyak kasus, benih tumbuhan perlu melewati usus piranha untuk membantunya berkecambah dengan lebih baik.

Kisah Ikan

Biasanya piranha pemakan daging lebih suka makan atau mengais-ngais hewan mati daripada menyerang hewan yang sehat. Mereka cenderung berenang bergerombol bersama sekitar 20 ekor atau lebih; meskipun demikian, mereka biasanya agak penakut.
Ilmuwan Brazil, Profesor Ivan Sazima, dari Institute of Biology, Universidade Estadual de Campinasin, telah meneliti piranha. Dalam bertahun-tahun penelitian, timnya tidak menemukan satu kasus pun piranha yang membunuh manusia. Malahan, mereka hanya menemukan orang yang sudah mati di dalam sungai, sebelum piranha datang menggigitnnya. Misalnya, mayat orang yang tenggelam yang memang tinggal tulang dan kehilangan semua dagingnya karena piranha – tapi itu setelah empat hari di sungai. Setelah 20 jam dalam air, mayat yang tenggelam lainnya kehilangan daging tangan dan kaki, namun tubuhnya tidak. Orang ketiga, yang meninggal akibat serangan jantung saat berada di dalam air, hanya sedikit dagingnya yang hilang setelah beberapa jam di dalam air.
Tidak seperti yang tampak dalam film-film James Bond, di mana penjahat yang tidak diinginkan dagingnya tercabik-cabik segera setelah ia menghilang dalam air yang berbuih. Tidak pernah ditemukan kasus yang mirip dengan yang digambarkan Teddy Roosevelt tentang seorang pria yang melakukan perjalanan dengan seekor bagal yang kembali tanpa pria tersebut. Roosevelt menulis bahwa ketika teman seperjalanannya menemukan kerangka dalam air, “bajunya tidak apa-apa, tapi setiap partikel dagingnya terkoyak dari tulangnya”.

Air yang “Berbuih”

Bagaimanapun, ada kasus yang langka di mana piranha (biasanya piranha perut merah) akan benar-benar “membuat air berbuih”. Akan tetapi, kasus ini sangat khusus.
Ada satu situasi ketika nelayan setempat dengan sengaja melempar usus ikan yang tidak diinginkan ke bagian kecil sungai. Dalam berlalunya waktu, piranha belajar untuk bermigrasi ke tempat makanannya yang enak, dan dengan cepat akan menghancurkan (misalnya) ayam mati yang sudah dicabuti bulunya, jika Anda melemparkannya ke dalam air. Piranha yang telah terkondisi memakan usus yang berdarah ini akan memakan seekor ayam dengan bersemangat. Namun, hanya beberapa meter ke hulu, segerombolan piranha yang berbeda, dari spesies yang sama, yang belum terkondisikan seperti itu selama suatu periode waktu, tidak akan senang melahap ayam mati yang sudah dicabuti bulunya.
Situasi lain di mana ada air “berbuih” akibat piranha yang rakus adalah ketika seluruh gerombolan burung sedang merawat anak-anak mereka di sebuah pohon di atas sungai. Induk burung merawat anak-anaknya dengan memuntahkan makanannya pada anak-anaknya. Arah muntahan makanan ini tidak sempurna, dan gerak refleks bayi-bayi burung ini belum cepat dan akurat, sehingga beberapa makanan muntahan ini jatuh ke air dari mulut mereka – dan piranha belajar untuk menunggu Makanan Gratis Dari Atas, sama seperti yang mereka lakukan pada ayam. Sekali mereka terkondisi memakan Makanan Jatuh Gratis ini, piranha akan menyerang bayi burung yang jatuh ke sungai di bawahnya.
Keadaan di mana Anda harus berhati-hati adalah ketika Anda baru menangkap seekor piranha yang sedang menggelepar-gelepar di dasar perahu Anda. Piranha ini begitu terganggu, dan mungkin sebaiknya menjauhinya. Namun, ini bukan situasi “air berbuih”.

Kebenarannya

Akan tetapi secara umum, selain beberapa kasus khusus, piranha tidak berbahaya bagi manusia, yang dapat dengan riang berenang di air yang sama dengan ikan tersebut. Pada The Smithsonian edisi Juli 1999, Richard Conniff menggambarkan bagaimana ia berenang bersama piranha, baik dalam sebuah tangki di Dallas maupun di hutan hujan tropis Amazon, dan muncul tanpa terluka. Namun ia memang menulis bahwa ia tidak akan mencoba berendam bersama ikan-ikan itu, ia juga mencatat bahwa anak-anak Amazon melakukannya – dan tidak pernah terluka.
Umumnya, mayoritas piranha “menjalani hidup dengan depresi tersembunyi”. Bukannya mengerumuni korban dengan kegemparan, piranha kebanyakan mengintai dan mengikuti, bahkan menyamarkan diri seperti spesies lainnya, untuk merebut makanan mereka dengan diam-diam,” kata Conniff. Jadi, penampilan piranha lebih buruk daripada gigitannya.

Lebih Banyak Bendungan, Lebih Banyak Piranha

Akhir tahun 2003, Profesor Ivan Sazima menulis tentang betapa peningkatan jumlah bendungan sungai yang mengarah pada peningkatan kasus piranha yang menyerang orang-orang yang mandi di sungai. Ia menggambarkannya dalam jurnal ilmiah Wilderness and Environmental Medicine tentang bagaimana induk piranha yang merawat bayi-bayi mereka akan melindungi anak-anak mereka dari manusia – hanya dengan satu gigitan per manusia.
Sebuah sungai biasanya dibendung untuk memperlambat air sehingga turis dan orang setempat dapat berenang, atau untuk pencegahan banjir seiring meningkatnya populasi. Namun piranha bintik (Serrasalmus spilopleura) senang berkembang biak dalam arus air yang lambat. Mereka bertelur di rumput liar yang mengapung atau terendam (misalnya, hyacinth air).
Arus yang cepat biasanya membawa tanaman ini ke tempat lain, namun mereka bertahan hidup lebih baik dalam air yang tenang, jadi jumlah piranha akan bertambah 10 kali lipat dalam kondisi seperti itu. Induk piranha yang gelisah menjaga larva-larva mereka, yang berenang dengan nyaman dalam naungan tanaman itu.
Sayangnya, perenang mendadak mengganggu tanaman air tadi – dan bayi-bayi piranha. Orangtua piranha yang kesal akan menukik untuk memberi satu gigitan peringatan pada si perenang, meninggalkan luka berdarah berbentuk lingkaran. Namun piranha lain akan meninggalkan si perenang sendirian dan tidak pernah melakukan rentetan mencabik daging sampai tinggal tulang seperti yang terkenal dalam film-film.
Di kota Santa Cruz di Conceicao, di tepi Sungai Rio Mogi Guacu, tidak pernah ada piranha yang menggigit sebelum sungai dibendung pada tahun 1998. Namun sejak itu, munculnya serangan piranha meningkat. Dalam waktu singkat selama lima minggu, ada 38 serangan piranha – semuanya dilakukan untuk melindungi bayi-bayi piranha.

Piranha – Awalnya Tipuan untuk Mendapat Dana

Barry Chernoff, Profesor Studi Lingkungan dari Wesleyan University menyebut piranha sebagai “monster palsu”.
Mungkin hanya setengah bercanda, ia menduga bahwa penjelajah Eropa yang mula-mula pergi ke Amerika Selatan harus kembali dengan spesimen dan kisah-kisah agar dapat cukup mengesankan penyokong dana sehingga mereka akan kembali memberi para penjelajah setumpuk uang untuk kembali dan melanjutkan penjelajahan mereka. Ia mengatakan bahwa piraha “mungkin awalnya merupakan eksperimen untuk mendapatkan dana”.